Mahasiswa PTIK Berikan  Rekomendasi Soal Kasus Asusila

Media Center, Arga Makmur – Penutupan kegiatan pengabdian Mahasiswa PTIK kepada Masyarakat Bengkulu Utara dilaksanakan di Balai Daerah, Jumat (8/6).

Acara tersebut dihadiri oleh  Bupati Bengkulu Utara, Ir. Mian, AKBP Ariefaldi Warganegara, SIK Kapolres Bengkulu Utara, Kombes Pol. Joko Trisulo Perwakilan Pendamping PTIK, Forkopimda, Ketua DPRD Bengkulu Utara,  Kejari Bengkulu Utara, Dandim, Ketua Pengadilan, dan organisasi perangkat daerah.

Indra Tri Nugroho Salah satu perwakilan Mahasiswa PTIK saat melaporkan  kegiatan Pengabdian kepada masyarakat menyampaikan bahwa dasar kegiatan ini dari UU No 20 Tahun 2003 Tentang sistem pendidikan nasional dimana mereka sebagai peserta didik berkewajiban untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan hasil pembelajaran yang telah diberikan, untuk kegiatan tersebut mereka telah melakukan berbagai pendekatan seperti melakukan wawancara, mengambil sample dari berbagai instansi dan tokoh masyarakat.

“Dan melalui utusan Ketua STIK No B1495 Tahun 2018 kami diperintahkan melakukan pengabdian masyarakat di wilayah Kabupaten di Bengkulu dan kabupaten di Jambi. Kami melaksanakan wawancara dengan instansi-instansi terkait dengan polres Bengkulu Utara serta dengan keluarga korban, samplenya dari satreskrim Bengkulu Utara sebagai penegak hukum, dari DP3A, Dinas sosial dan Dinas pndidikan juga dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat,” Jelasnya.

Dalam laporannya pula banyak hal yang ditemukan dan disampaikan kepada Pemerintah Daerah Bengkulu Utara serta merekomendasikan hal-hal yang dapat dipergunakan pemerintah Daerah Bengkulu Utara untuk mengambil kebijakan dari penelitian yang telah dilakukan.

“Rekomendasi membuat konsep keluarga utuh bagaimana pemda menggandeng kepada keluarga-keluarga yang bisa dibuat dengan perda jam malam seperti wajib belajar malam, peningkatan budi luhur dan akhlak pada anak, melakukan pemantauan mendalam internet pada anak, harus meningkatkan kebanggaan terhadap daerah mereka sendiri, Pemda dapat mnggandeng polres untuk melakukan sosialisasi hukum, dapat memfasilitasi penerangan di spot-spot kurang pencahayaan, meningkatkan sanitasi di daerah,” paparnya.

Sementara itu Bupati Bengkulu Utara Ir.Mian  dalam sambutannya menyambut baik hasil laporan dan rekomendasi yang disampaikan. Pemerintah daerah yang sebetulnya telah berupaya dan telah melaksanakan pendekatan pendidikan keluarga melalui Dinas pendidikan dan OPD terkait.

“Upaya-upaya pemerintah daerah sudah dilaksanakan untuk pendekatan pendidikan keluarga melalui dinas pendidikan, tokoh masyarakat, agama dan lainnya Semoga lambat laun bisa teratasi. Dengan catatan-catatan tersebut sebenarnya sudah kita mulai. Pemerintah daerah sedang mensiasati dengan membuat perda wajib belajar dengan mengaji masih berada di DPRD, bila sudah ketok palu sehingga satpol PP ataupun pihak berwenang dapat untuk melakukan control,” terangnya.(MC Bengkulu Utara/IA/DC)

 

Be Sociable, Share!