Bupati Bengkulu Utara Mengundang Pimpinan Perusahaan Pabrik Kelapa Sawit

Diskominfo – Menyikapi kondisi yang berkembang saat ini yang menjadi keluhan masyarakat petani  terkait anjloknya harga Tandan Buah Segar (TBS) wilayah Kabupaten Bengkulu Utara.

Kondisi anjloknya harag TBS ini tentunya disebabkan oleh banyak faktor  antara lain terjadinya over suplay terutama menjelang hari raya idul fitri dan setelah hari  raya idul fitri bahkan hampir setiap tahun kejadian anjloknya harga TBS ini dialami, dengan  kualitas TBS rendah disebabkan oleh masyarakat petani sawit yang memanen tidak sesuai dengan rotasi dengan memanen serentak sebelum dan sesudah lebaran yang pada akhirnya terjadilah penumpukan TBS.

Sementara kapasitas penampungan  di pabrik sangat terbatas, seperti kemampuan penyerapan di pabrik PT Agricinal hanya mampu mengolah 400 samapai 500 ton per hari, sedangkan kapasitas penyerapan di PT Alno hanya mampu sebanyak 600 samapai 700 ton perhari, sementara TBS yang masuk dari petani termasuk buah sawit plasma mencapai 800 ton lebih per hari. bahkan ada perusahaan pabrik yang menambah jam operasional .

permasalahan harga TBS yang rendah saat ini dasarnya pihak perusahaan pabrik telah berupaya untuk menstabilkan harga dengan mempedomani harga indeks yang telah ditetapkan, namun demikian harga Crude Palm Oil (CPO) atau harga minyak sawit mentah di tingkat dunia juga tetap berpengaruh, hal tersebut diakui oleh pihak perusahaan pada saat dilaksanakan rapat antara Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Utara dengan pihak perusahan yang memilki pabrik kelapa sawit di Bengkulu Utara, pada hari Rabu tanggal 4 Juli 2018 bertempat di rumah Dinas Bupati Bengkulu Utara.

dengan diundangnya para pengusaha yang memiliki pabrik kelapa sawit di Bengkulu Utara, maka bupati Bengkulu Utara dalam rapat dimaksud telah menyampaikan secara tegas kepada pemilik perusahaan sebagai berikut :

  1. Meminta managemen pabrik supaya lebih persuasip kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial dan gejolak.
  2. Jika memang pabrik yang ada saat ini masih kurang maka diminta kepada pihak perusahaan untuk menambah pabrik agar hal serupa tidak terjadi kembali setiap tahunnya,
  3. perusahaan diminta untuk menyampaikan data perhitungan harga TBS secara rill atas penetapan harga pembelian TBS di pabrik dengan transparan kepada pemerintah agar dapat dihitung dan sampaikan kepada masyarakat tentang haraga yang sebenarnya, karena di Provinsi tetangga seperti Jambi harga TBS masih diatas Rp1500/Kg.

Selanjutnya Bupati Bengkulu Utara Telah Menginstruksikan agar dibentuk Tim investigasi untuk turun kelapangan melakukan evaluasi terutama untuk mengetahui penyebab  terjadi penurunan harga TBS yang sedang dikeluhkan oleh masyarakat petani sawit di Kabupaten Bengkulu Utara. upaya lain juga  akan dilaksanakan rapat lanjutan dalam waktu dekat dengan mengundang para camat dan kepala Desa terutama yang berada di lingkungan sekitar pabrik kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Utara.

Bupati Bengkulu Utara menyampaikan kepada masyarakat untuk bersabar dan berdoa mudah-mudahan kondisi anjloknya harga TBS tidak berlangsung lama dan tetap semangat dalam mengelola kebun kelapa sawit.

Be Sociable, Share!