Beranda Berita KWT Binaan Dinas Ketahanan Pangan Bengkulu Utara Raih Juara IV Nasional

KWT Binaan Dinas Ketahanan Pangan Bengkulu Utara Raih Juara IV Nasional

25
0

 Bengkulu Utara – Kelompok wanita tani (KWT) Suka Tani Desa Padang Jaya mewakili Provinsi Bengkulu pada ajang tingkat nasional tahun 2019. Ternyata hasilnya tidak mengecewakan, KWT yang merupakan binaan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bengkulu Utara tersebut berhasil meraih juara IV sekaligus menerima penghargaan Apresiasi Pemanfaatan Pekarangan.

Penghargaan diterima langsung oleh Ketua Kelompok Wanita Tani “Suka Tani”, saat itu didampingi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bengkulu Utara, Ny. Eko Kurnia Ningsih, bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Bengkulu Utara, Ir. H. Heri Purnomo, MM.

Green House

Dijelaskan oleh Kadis DKP, Ir H Heri Purnomo, MM, pada tahun 2018 lalu Bengkulu Utara menyalurkan bantuan pusat melalui dana Decon sebesar Rp 400 Juta, kepada 8 KWT yang tersebar di 4 Kecamatan. Antara lain 1 kelompok di Kecamatan Arga Makmur, 2 kelompok di Kecamatan Arma Jaya, 2 kelompok di Kecamatan Hulu Palik, dan 3 kelompok di Kecamatan Padang Jaya.

Pada tahun 2019, Kata Heri Purnomo, DKP Bengkulu Utara kembali menyalurkan bantuan pusat untuk penumbuhan KRPL dengan sebaran 10 kelompok di 5 kecamatan se Kabupaten Bengkulu Utara. Diantaranya Kecamatan Napal Putih, Ulok Kupai, Lais, Batik Nau, dan Kecamatan Tanjung Agung Palik.

“Sejak tahun 2016 hingga tahun 2019, sudah ada 88 kelompok pangan lestari binaan DKP. Dari seluruh kelompok tersebut, sebanyak 18 kelompok mendapatkan dana APBN, sedangkan 70 kelompok lainnya mendapatkan dana APBD,” ucap Heri Purnomo.

Sementara itu, lanjut dia, untuk Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Kabupaten Bengkulu Utara malah sudah dimulai sejak tahun 2012 lalu, melalui pengenalan program pusat P2KP (Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan) hingga tahun 2015.

Melihat dampak yang sangat signifikan terhadap kesehatan, pendidikan, dan ekonomi mikro, Bupati Bengkulu Utara, Ir. H. Mian menginginkan agar program tersebut lebih ditingkatkan lagi melalui program KRPL. Kemudian Bupati Mian langsung menginstruksikan kepada DKP supaya menyalurkan polybag dan bibit sayuran ke masyarakat.

“Bapak Bupati kemudian mengupayakan penyediaan bibit berkelanjutan supaya KRPL bisa berkesinambungan, agar masyarakat Bengkulu Utara lebih sehat, lebih ekonomis dan dapat mengkonsumsi pangan yang beragam bergizi seimbang dan aman (B2SA). Secara bertahap pula akan membebaskan Bengkulu Utara dari isu stunting,” paparnya.

Dijelaskan oleh Kepala Dinas yang dikenal suka bercanda ini, jika sayuran kita tanam sendiri dengan sistim organik, tentu lebih sehat karena tidak ada residu pestisida ataupun zat-zat kimia berbahaya bagi tubuh kita. Selain itu, bisa menghemat pengeluaran dapur.

Untuk mewujudkan keinginan Bupati tersebut, DKP Bengkulu Utara selaku perpanjangan tangan Bupati, pada akhir tahun 2016 mendirikan Green House. Kemudian dilaunching pada 25 februari 2017, disertai dengan pembagian bibit sayuran siap tanam sebanyak 60 Ribu, dan bibit cabe dari BPTP Provinsi Bengkulu.

Ternyata green house yang didirikan berkapasitas 33 Ribu batang itu belum mampu memenuhi keinginan masyarakat, maka Bupati kemudian menambah 1 unit green house melalui dana APBD. Sementara untuk pembangunan green house pertama didanai oleh masyarakat secara swadaya.

“Kita siap melayani kebutuhan bibit untuk masyarakat di green house yang kita dirikan,” imbuh Kasi Konsumsi Pangan, Bidang Konsumsi dan Keanekaragaman Pangan DKP BU, A Hade Aklus.

Pada tahun 2020 ini kata dia, direncanakan produksi sebanyak 132 Ribu bibit dalam 4 kali produksi. Dalam satu kali produksi diperkirakan olehnya menghasilkan sebanyak 33 Ribu bibit.

“Itu belum termasuk bibit pepaya. Bagi masyarakat baik melalui kelompok maupun secara pribadi atau desa silahkan datang ke DKP dengan membawa surat permohonan,” katanya.

Hal itu dibenarkan oleh Kabid Konsumsi dan Keanekaragaman Pangan, Chairi Suhut Partahian, SP. Menurut Kabid, pada tahun 2020 ini pihaknya akan menyalurkan bibit dalam 4 priode produksi.

“Januari-Februari, bibit sudah kita salurkan ke sejumlah desa. Diantaranya, Desa Suka Mulya Kecamatan Giri Mulya, dan Desa Padang Sepan, Kecamatan Tanjung Agung Palik,” ujar Kabid. [ADVERTORIAL]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here